Miniatur Rumah Adat Banjar

Miniatur Rumah Adat Banjar
Menerima Pesanan Pembuatan Miniatur Rumah Adat Banjar Hubungi RUSMAN EFFENDI : HP. 0852.4772.9772 Pin BB D03CD22E


Berbagi ke

Suta Unu (Tamak Mas)

Posted: Jumat, 14 September 2012 by Rusman Effendi in
3

Suta Unu, mungkin memang tidak dikenal dikalangan Suku Banjar tamun tidak salahnya jika kita mengenal beliau yang dilahirkan dengan nama Abu adalah putera asli Dayak Maanyan. Pada masa penjajahan, Suta Unu merupakan salah satu pelaku sejarah khususnya untuk suku Dayak Paju Epat dan Dayak Maanyan.

Meski bukan raja dan bukan pula pengkhianat, ia adalah seorang “ Pemimpin Suku Dayak Maanyan“. Beliau adalah satu-satunya pemimpin yang mampu mempersatukan Suku Dayak Maanyan , terhadap berbagai kesulitan hidup akibat di tindas oleh Kerajaan Banjar yang dianggap terlalu mengedepankan ekspansi kerajaan Islam pada saat itu. Padahal, dikalangan Suku Maanyan, sebelumnya tidak pernah terjadi perselisihan dan eksploitasi masalah perbedaan agama atau kepercayaan. Justru budaya dari luarlah yang mengubah perilaku suku-suku di Kalimantan.

Sejak dahulu, kerukunan antar – agama Kaharingan dan Islam berlangsung dengan sangat damai. Mereka mampu hidup secara berdampingan dan bekerja sama. Namun oleh karena kekuasaan dan kepentingan politik, kedamaian ini seringkali dirobek. Khususnya semasa Perang Banjar (1859-1905), di mana Kerajaan Banjar berkeinginan kuat untuk memperluas wilayah kekuasaannya.




Dari perluasan wilayah itulah, maka wilayah-wilayah yang dikuasainya harus membayar pajak. Jelas, ini sangat memberatkan bagi rakyat kecil. Sebagai seorang yang memiliki darah pemimpin, Suta Unu lantas tampil mempersatukan Suku Dayak Maanyan.

Oleh karena keberanian, kejujuran,dan sifat kepemimpinannya yang sangat menonjol, pada usia relatif muda, yaitu 27 tahu, Suta Unu diangkat langsung oleh Kerajaan Hindia Belanda sebagai pemimpin yang diwilayahnya disebut District Van Osst atau Dusun Timur.

Walaupun Suta Unu masih belum diakui sebagai pahlawan nasional, namun paling tidak sejarah mencatat bahwa Suta Unu termasuk seorang pahlawan pemberani dan mendapat penghargaan Bintang Satria dari pemerintah Belanda.

Karena kedekatannya dengan Kolonial Belanda itulah, ada pula yang menyebut Suta Unu sebagai seorang pengkhianat. Entahlah, itu tergatung darimana sudut pandang kita. Jika dari sisi Kerajaan Banjar, mungkin beliau dicap pengkhianat karena tidak tunduk lagi pada hegemoni kekuasaan Kerajaan Banjar. Tetapi, jika dari sudut pandang suku – suku di wilayah District Van Osst Dusun Timur, Suta Unu adalah pemersatu.

Namun, terlepas dari semua perdebatan, tentang apa dan siapa Suta Unu sebenarnya, saat ini makam Suta Unu menjadi salah satu objek wisata. Makam Suta Unu atau yang lebih di kenal sebagai Tamak Mas di kalangan masyarakat, terdapat di Kalimantan Tengah, tepatnya di Desa Telang, Kecamatan Paju Epat, 21 KM dari ibukota Kabupaten Barito Timur.

Makam Suta Unu, salah satu tujuan wisata sejarah dan mitos dari Kabupaten Barito Timur, adalah objek wisata yang potensial. Namun, adanya perhatian, perbaikan serta pengelolaan sangat diperlukan untuk Makam ini. Karena, apabila Makam ini dikelola dengan baik, maka akan menjadi suatu Objek Wisata yang memiliki daya tarik dan dapat memberikan prospek yang menjanjikan pada pasar pariwisata dikemudian hari.





Sumber : Menjelajah Eksotisme dan Keajaiban Alam Barito Timur.
Sumber Posting : http://aullyudd.blogspot.com/2012/06/suta-unu-tamak-mas.html

3 komentar:

  1. Unknown says:

    siapa lagi kalo bukan kita Putra-puri Dayak ma'anyan yg peduli dengan sejarah kebudayaaannya. God Bless U.Amen.

  1. Trima kasih telah mempublikasikan Beliau. siapa lagi kalo buak kita kita yang menghargai sejarah kebudayaan kita sendiri. God Bless You. Amin.

  1. sekalian pak publikasikan Sejarah Datu Sanggul-Rantau Tatakan. dan Datu Meriang Janggut (Janggut Habang)