Miniatur Rumah Adat Banjar

Miniatur Rumah Adat Banjar
Menerima Pesanan Pembuatan Miniatur Rumah Adat Banjar Hubungi RUSMAN EFFENDI : HP. 0852.4772.9772 Pin BB 7507BCA3, Galery Miniatur 51E09C13


Berbagi ke

Brigadir Jenderal Purnawirawan TNI AD Zagloelsyah HA

Posted: Rabu, 05 September 2012 by Rusman Effendi in
0

Lahir 12 September 1927 di Banjarmasin, dengan nama Akbar Zagloelsyah Raden Adipati Danoeraja, dia merupakan seorang keturunan raja Kerajaan Banjar bergelar Pangeran Bagus Laxmi Indahpermana Indrasasti. Mengawali karir militernya di medan perjuangan sejak tahun 1947

Sebagai tetuha masyarakat Banjar, dia adalah sosok yang berhasil. Selain di militer, dia merupakan sosok seniman yang patut dihargai, khususnya oleh masyarakat dari tanah leluhurnya. Dalam dunia berkesenian, dia lebih dikenal dengan nama Sam Saroza. Nama ini lekat dengan nama-nama besar dalam dunia seni musik tanah air, seperti Ismail Marzuki, Bing Slamet, Iskandar dan Sudharnoto.

Di karir militernya, lelaki berdarah Amuntai, Hulu Sungai Utara (HSU) ini sejak zaman perjuangan sudah berkiprah di pusat pemerintahan negeri ini, Jakarta. Di masa mudanya, dia aktif dalam bidang kemiliteran.Karir di medan perjuangan dimulainya sejak tahun 1947. Berpangkat Letnan I, dia dipercaya sebagai Komandan Batalyon ALRI Divisi IV Kalimantan, berkedudukan di Martapura dan Pelaihari. Dalam sejarahnya, pada 1 November 1949, ALRI Divisi IV Kalimantan dilikuidasi menjadi Kesatuan Angkatan Darat Divisi Lambung Mangkurat dengan panglimanya Letnan Kolonel Hasan Basry.

Berselang satu tahun sejak likuidasi itu, Zagloelsyah yang kala itu berpangkat Letnan I pindah ke Banjarmasin, tepatnya pada tahun 1950, dengan jabatan Kepala Staf Komando Basis di Banjarmasin. Setahun kemudian, tahun 1951, Letnan I Zagloelsyah dipromosikan ke Jakarta dengan pangkat Kapten, dan selanjutnya dipercaya menjabat Paban I Markas Angkatan Darat (MABAD) di tahun 1954. Dia pernah pula menjabat sebagai Asisten I CADUAD dalam operasi perebutan Irian Barat (Trikora)) tahun 1961.

Kemudian, terhitung sejak 1 Januari 1965, Mayor TNI AD Zagloelsyah menduduki jabatan Pembantu Koordinator Bidang Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI.Setelah sempat mengabdi di bidang sipil sejak kenaikan pangkat menjadi Letnan Kolonel pada tahun 1967, karir militernya dilanjutkan menjadi Atase Pertahanan RI di Pakistan. Sedangkan di tahun 1971 dengan jabatan yang sama ditugaskan di India dan pada tahun 1973 sebagai Atase Pertahanan di Malaysia.

Setelah kenaikan pangkat menjadi Kolonel pada tahun 1975, ayah dari tujuh putera ini kembali ke Jakarta dan bertugas di Kadissus Luri Departemen Luar Negeri RI

Sosoknya yang rendah hati nampak dikeinginannya kini. Agar semua yang telah dilakukannya, baik di bidang militer ataupun kesenian, tidak perlu dibesar-besarkan. Satu keinginan lainnya dari dia adalah memilik tidak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, kelak kala Sang Khalik memanggilnya. Dia lebih memilih Taman Pemakaman Umum Pondok Ranggon, Jakarta Timur, sebagai tempat peristirahatnnya yang terakhir kelak. Alasannya, dia berasal dari rakyat dan kembali ke rakyat.

-oOo-

sumber :

0 komentar: