Miniatur Rumah Adat Banjar

Miniatur Rumah Adat Banjar
Menerima Pesanan Pembuatan Miniatur Rumah Adat Banjar Hubungi RUSMAN EFFENDI : HP. 0852.4772.9772 Pin BB 7507BCA3, Galery Miniatur 51E09C13


Berbagi ke

Kolonel Andressen

Posted: Jumat, 07 September 2012 by Rusman Effendi in
0




29 April 1859 mendarat di Banjarmasin ,bertugas meredakan Perang Banjar. 21 Oktober 1859 Dipecat Gubernur Jendral Batavia karena gagal menundukan “Hoofoopstandeling” Sultan Hidayatullah. Pangkat terakhir Letnan Jendral karena jasanya dalam Perang Aceh.

Perang Banjar Meletus untuk pertama kali pada tanggal 28 April 1859 M atau bertepatan dengan bulan suci umat Islam 25 Ramadhan 1275 H, Penyerangan secara besar2an tersebut secara serentak diseluruh daerah Kesultanan Banjar. Penyerangan terutama terhadap pertahanan-pertahanan Belanda.

-         Penghancuran seluruh kekuatan Belanda di Kalangan, Banyu Irang dan Bangkal. Penggempuran dipimpin oleh Pangeran Ardhi Kusuma.
-         Penggempuran dan pengepungan benteng Belanda di Pengaron, pengempuran di pimpin Pangeran Antasari, Pembekal Ali Akbar, Mantri Taming.
-         Penggempuran di Tabanio, didaerah Pelaihari/Tanah laut. Penggempuran dibawah pimpinan Demang Lehman, Kiai Langlang dan Haji Buyasin.
-         Penggempuran di Pulau Petak, Pulau Telu dan disepanjang sungai Barito dibawah pimpinan Pembekal Sulil dan Surapati.
-         Pembersihan kaki tangan Belanda di Banua Lima (Negara, Alabio, Sungai Banar, Amuntai dan Kalua) dilakukan oleh Kiai Adipati Anom Dinding Raja, pembekal Gapur, Duwahap, Dulahat dan Penghulu Abdul Gani.
-         Penggempuran di daerah Marabahan.
-         Penggempuran didaerah gunung Jabok.
-         Penggempuran kapal perang Cipanas yang datang di Martapura, rusak dan ditarik kapal Van Os

Akibat dari serangan serempak ini maka hampir seluruh Kekuatan Belanda didaerah Kesultanan Banjar dapat dilumpuhkan.

Ketidak berdayaan meredam Perang Banjar ini mengakibatkan Kolonel Andressen dipecat dan memimpin pasukan Belanda hanya selama 6 bulan.

Kolonel Andressen setibanya di Banjarmasin dikirimi surat tantangan oleh Pembakal Sulil untuk bertempur didalam bulan juni 1859 di Sungai Besaran ataukah bulan depan bertempur di Banjarmasin Akhirnya tantangan diterima Andressen dengan mengirim komando-komando perang yaitu :Bichon, Letnan Laut Clifford dan de Haas.Akhirnya tantangan diterima Andressen dengan mengirim komando-komando perang yaitu : Bichon, Letnan Laut Clifford dan de Haas

Sayang dalam pertempuran itu persenjataan tidak seimbang karena melawan meriam, panah melawan bedil. Pertempuran diair tidak menguntungkan, namun ketika dilanjutkan didaratan penakawan2 Pembekal Sulil bersama Juragan Kaut gelar Raden Anom Mas dengan anak buahnya menerobos ke benteng pertahanan Belanda, berhasil menewaskan banyak lawannya dan bahkan diantaranya dapat menembak mati Komandan Bichon.

Sementara itu kapal Boni yang dikirim Belanda ke Tanah laut untuk merebut kambali Benteng tembok Tabanio yang diduduki anak buah Demang Lehman telah di gempur juga. Sehingga 9 orang tentara Belanda dan anak buah kapal Boni jatuh tewas dan akhirnya pasuka Belanda dibawah pimpinan letnan Cronenthal terpaksa mundur dengan kekalahan !!!
 

-oOo-

Sumber : 
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=107310925965582 set=a.100132346683440.52.100000600241183&type=3&permPage=1

0 komentar: