Miniatur Rumah Adat Banjar

Miniatur Rumah Adat Banjar
Menerima Pesanan Pembuatan Miniatur Rumah Adat Banjar Hubungi RUSMAN EFFENDI : HP. 0852.4772.9772 Pin BB 7507BCA3, Galery Miniatur 51E09C13


Berbagi ke

KH. Muhammad Kasyful Anwar Al-Banjari

Posted: Kamis, 04 Agustus 2011 by Rusman Effendi in
0





Muhammad Kasyful Anwar dilahirkan di Kampung Melayu pada malam selasa tanggal 4 Rajab 1304 H jam 22.00 malam,dari pasangan H.Ismail bin h.Muhammad Arsyad bin Muhammad Sholeh bin Badruddin bin Kamaluddin dan Hj.Siti binti H.Abdurrahim bin Abu Su'ud bin Badruddin bin Kamaluddin pasangan yang serasi lagi bertaqwa,sejak kecil beliau sudah medapatkan pendidikan dilingkungan keluarga,seperti belajar Al-qur'an karena pendidikan seperti ini lazim dikalangan masyarakat Banjar pada masa itu,diantara guru gurunya yang juga keluarganya adalah :

  • KH.Ismail bin H.Ibrahim bin Muhammad Sholeh bin Khalifah Zainuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari
  • Syekh Abdullah Khotib bin H.muhammad Sholeh bin Khalifah Hasanuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari
Setelah melihat kecerdasannya kakeknya yaitu H.Muhammad Arsyad dan neneknya Hj.Siti Aisyah mengirimnya ke kota suci sumber ilmu makkatul Mukarramah untuk meneruskan pelajarannya.pada tahun 1313 H berangkatlah beliau beserta seluruh keluarganya ke Tanah Suci Mekkah,sesampai nya dinegeri mekkah ia sangat rajin menuntut ilmu baik kepada ayahnya sendiri maupun kepada ulama lainnya,beliau belajar bahasa arab kepada H.Amin bin Qadhi Haji Mahmud bin Aisyah binti Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari beliau lama menetap di Mekkah,sewaktu dua tahun berada di Mekkah ayah beliau wafat dan dimakamkan di Mekkah dan dimakamkan di Ma'la,saat itu umurnya baru 11 tahun,pada umur 13 tahun ibunya menyusul ayahnya wafat di Mekkah dan dimakamkan di Ma'la sepekuburan dengan bapaknya,setelah itu beliau hanya tinggal bersama kakek dan neneknya yang selalu merawatnya,diantara guru guru beliau adalah:

1. Syeikh Umar Hamdan al-Mahrus yang bergelar Muhaddist al-Haramain
2. Syeikh Muhammad Yahya al-Yamani
3. Syeikh said bin Muhammad al-Yamani
4. Syeikh Sayyid Ahmad bin Syeikh Sayyid Abu Bakar bin Syeikh Sayyid al-Arif Billah sayyid Muhammad Syata
5. Syeikh Sayyid Ahmad bin Hasan al-Aththas penulis kitab Tadzikirunnas
6. Syeikh Muhammad Ali bin Husein al-Maliki bergelar Sibawaihi karena kealimannya
7. Syeikh Umar Ba Junaid Mufti Syafiiyyah
8. Syeikh Muhammad Sholeh bin Muhammad Ba Fadhal
9. Syeikh Muhammad Ahyad al-Bughuri
10. Syeikh Sayyid muhammad Amin al-Kutbi
Setelah 17 tahun belajar di Mekkah akhirnya pada bulan Rabiul Awwal tahun 1330 H ia kembali ke Tanah Air, setelah tiba di Tanah air beliau dikawinkan oleh kakek neneknya dengan seorang perempuan sholehah bernama Halimah binti Ja'far  pada bulan Syawwal 1330 H pada usia 26 tahun,beliau dikaruniai anak 6 rang 4 putra 2 putri,stelah menerapkan ilmu selama 20 tahun di kampung halaman pada tahun 1350/1930 M beliau berangkat agi keTanah Suci bersama istri dan 2 orang anaknya beserta dua orang keponakan nya yaitu Anang Syarwani dan Muhammad syarwani Abdan (Bangil) yang nantinya sangat terkenal di Tanah suci sebagai Dua Mutiara dari Banjar,keberangkatannya kali ini selain untuk memperdalam ilmu agama juga untuk membimbing anak dan kedua keponakannya,beliau bermukim selama 3 tahun,pada 17 Syafar 1353 H beliau kembali ke Martapura sedang dua keponakanna tetap tinggal di tanah Suci meneruskan pendidikannya,dirumahnya beliau membuka pengajian atas permintaan masyarakat,kemudian pada tahun 1922 M ia tampil memimpin Madrasah Darussalam pada periode ke 3,ke pribadian beliau sangat sederhana,tanpa henti beliau mendidik murid muridnya,begitulah kehidupan pribadi seorang 'alimul jalil ulama yang memegang teguh disiplin ilmu dan kemasyarakatan,ilmu dan amal baginyajalan untuk meningkatkan ketaqwaan,harta tidak boleh memperbudaknya tetapi hartalah yang harus menjadi budaknya untuk menunjang segala amal kita dijalan Allah dan beliau tetap tersenyum walaupun hidup dalam kesederhanaan,bahkan dikatakan masih kekurangan untuk mencukupi keperluannya sehari hari,namun beliau selalu bersikap qanaah (merasa cukup dengan nikmat yang telah diberikan Allah SWT) serta bersikap ikhlas fi sabilillah dalam setiap keaadaan.akhirnya pada malam senin pukul 9.45 menit tanggal 18 syawwal 1359 H rohnya yang mulia kembali kepada Rabb nya yang Maha Tinggi dengan tenang dan damai pada usia 55 tahun dan dimakamkan di Kampung melayu Martapura,semoga Allah SWT membalas segala amal ibadah beliau dan dikumpulkan dengan Rasulullah dan orang orang sholeh sebelum beliau amiinn Ya Robbal Alamin.
kiranya cukup sampai disini riwayat dari guru kita yang mulia K.H Muhammad Kasyful Anwar Al-Banjari kalau ada kekurangan alfaqir mohon ampun minta redha sebesar besarnya buat saudara saudaraku semua.mudah mudahan kita bisa mengikuti jejak beliau dan mudah mudahan kita semua berkumpul dengan Rasulullah para Nabi orang orang sholeh guru guru kita di akhirat nanti.amiiin Ya Robbal Alamin.

Sumber : -  Nurul Abshar fi Dzikri Nubdzatin min Manakib Syekh Muhammad kasyful Anwar
                 karangan Abu fathimah H.Munawwar Ghazali Martapura
              - Ulama Berpengaruh Kalimantan Selatan

Catatan diambil di Halaman Kisah Para Datu dan Ulama Kalimantan

0 komentar: