Miniatur Rumah Adat Banjar

Miniatur Rumah Adat Banjar
Menerima Pesanan Pembuatan Miniatur Rumah Adat Banjar Hubungi RUSMAN EFFENDI : HP. 0852.4772.9772 Pin BB 7507BCA3, Galery Miniatur 51E09C13


Berbagi ke

Asalnya Urang Banjar

Posted: Sabtu, 10 April 2010 by Rusman Effendi in
0


Demikian kita dapatkan keraton keempat adalah lanjutan dari kerajaan Daha dalam bentuk kerajaan Banjar Islam dan berpadunya suku Ngaju, Maayan dan Bukit sebagai inti.Inilah penduduk Banjarmasih ketika tahun 1526 didirikan.Dalam amalgamasi baru ini telah bercampur unsur Melayu, Jawa, Ngaju, Maayan,Bukit dan suku kecil lainnya diikat oleh agama Islam, berbahasa Banjar dan adat istiadat Banjar oleh difusi kebudayaan yang ada dalam keraton. Dengan demikian lambat laun kelompok ini dibagi dalam 3 golongan besar kerana tempat diamnya dan persatuan etnik sebagai inti pembentukannya. Di sini kita dapatkan bukan suku Banjar, karena kesatuan-etnik itu tidak ada, yang ada adalah group atau kelompok, iaitu kelompok Banjar Kuala, kelompok Banjar Batang Banyu dan Banjar Pahuluan. Yang pertama tinggal di daerah Banjar Kuala sampai dengan daerah Martapura. Yang kedua tinggal di sepanjang Sungai Tabalong dari muaranya di Sungai Barito sampai dengan Kelua. Yang ketiga tinggal di kaki pegunungan Meratus dari Tanjung sampai Pelaihari. Kelompok Banjar Kuala berasal dari kesatuan - etnik Ngaju, kelompok Batang Banyu berasal dari kesatuan - etnik Maayan, kelompok Banjar Pahuluan berasal dari kesatuan - etnik Bukit. Ketiganya ini adalah intinya.Mereka menganggap lebih beradab dan menjadi kriteria dengan yang bukan Banjar, iaitu golongan Kaharingan, dengan ejekan orang Dusun, orang Biaju, Bukit dan sebagainya. Di pertengahan abad ke-19, Belanda membentuk golongan ini sebagai antagonis orang Banjar dengan sebutan orang Dayak (Saleh, Idwar)

Asal suku Banjar berintikan suku yang berasal dari Sumatera yang melakukan migrasi dan berbaur dengan suku bangsa Dayak di Kalimantan serta suku-suku pendatang.Hasil percampuran ini, suku Banjar terbagi 3 subetnis berdasarkan teritorialnya dan unsur pembentuk suku berdasarkan persfeketif kultural dan genetis yang menggambarkan masuknya penduduk pendatang ke wilayah penduduk asli Dayak:

  1. Banjar Pahuluan adalah campuran Melayu dan Bukit (Bukit sebagai ciri kelompok) 
  2. Banjar Batangbanyu adalah campuran Melayu, Maanyan, Lawangan, Bukit dan
  3. Jawa (Maanyan sebagai ciri kelompok) Banjar Kuala adalah campuran Melayu, Ngaju, Barangas, Bakumpai, Maanyan, Lawangan, Bukit dan Jawa (Ngaju sebagai ciri kelompok) Bahasa Banjar merupakan percampuran Bahasa Melayu, Dayak dan Jawa.


Sumber :
Saleh, Idwar., Sekilas Mengenai Daerah Banjar dan Kebudayaan Sungainya Sampai Dengan Akhir Abad-19.

0 komentar: